
Dalam proses pengolahan makanan, mikroba tidak peduli dengan waktu pencucian berikutnya. Waktu henti produksi dan kegagalan audit tentu saja akan merugikan secara finansial. Oleh karena itu, kami membangun sistem lampu pembersih dan sterilisasi menggunakan sinar UV-C yang dapat memberikan efek pembunuhan mikroba yang konsisten dan dapat diukur, terutama pada permukaan yang sulit dijangkau, sudut-sudut yang tersembunyi, bahkan ketika kecepatan produksi berubah.
Yang penting secara teknis: Kami menggunakan lampu uap merkuri bertekanan rendah yang bebas ozon, dengan panjang gelombang utama sebesar 254 nm. Pada jarak 100 mm, intensitas radiasi mencapai 180–220 mW/cm². Reflektor berkekuatan tinggi digunakan untuk memfokuskan radiasi tersebut sehingga energi tidak terbuang sia-sia, dan pola radiasi tetap konsisten di seluruh area yang ditargetkan.
Lampu ini membutuhkan daya sebesar 800 W, namun mampu mempertahankan stabilitas arus listriknya selama 9.000 jam. Sistem ini dirancang untuk digunakan hingga 100.000 kali tanpa mengalami penurunan kinerja yang signifikan.
Mengapa sistem ini cocok digunakan di pabrik pengolahan makanan: Dalam proses pengolahan makanan, tujuannya bukan hanya perawatan permukaan, tetapi juga pembunuhan mikroba secara konsisten dalam kondisi yang tidak sempurna—seperti fluktuasi kelembapan, gangguan proses produksi, dan bagian-bagian yang sulit dijangkau.
Pada panjang gelombang 254 nm, DNA dan RNA mudah diserap oleh sinar tersebut. Dengan dosis radiasi sebesar 60–100 mJ/cm², kita dapat menghilangkan mikroba patogen seperti bakteri gram-positif dan gram-negatif, jamur, serta ragi.
Apa artinya ini? Proses produksi menjadi lebih cepat tanpa perlu menggunakan bahan kimia untuk pembersihan, konsumsi energi lebih rendah dibandingkan metode disinfeksi termal, dan risiko gangguan produksi pun berkurang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan: Pemasangan lampu harus dilakukan dengan sangat tepat. Jika pola radiasi tidak dipertahankan, maka akan ada daerah-daerah yang tidak terkena radiasi secara merata. Perubahan jarak sebesar 20 mm saja bisa menyebabkan perubahan dosis radiasi sebesar 25–30%. Oleh karena itu, geometri komponen pemasangan dan reflektor harus sesuai dengan geometri produk yang diproses.
Lampu ini dapat digunakan dalam lingkungan basah, asalkan digunakan dalam wadah dari baja tahan karat atau lapisan kuarsa standar. Namun, yang penting adalah penggunaan balast yang sesuai dengan panjang arus listrik dan karakteristik awal lampu tersebut. Jika tidak, lampu akan cepat rusak, dan Anda akan bingung mengapa.